Sunday, May 26, 2013

Sakit dan Penyakit


BAB I
PENDAHULUAN


I.            Latar Belakang

               Rendahnya utilisasi/penggunaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dsb seringkali kesalahan atau penyebabnya dilemparkan kepada faktor jarak antara fasilitas tersebut dengan masyarakat yang terlalu jauh, tarif yang tinggi, pelayanaan yang tidak memuaskan dan sebagainya[1]. sehingga masyarakat melupakan betapa pentingnnya kesehatan.

               Sedangkan arti penyakit/disease adalah suatu bentuk reaksi biologis terhadap suatu organisme,benda asing atau luka(injury) . Hal ini adalah suatu fenomena yang objektif yang di tandai oleh perubahan fungsi-fungsi tubuh. Sedangkan sakit/illnes adalah penilaian seseorang terhadap penyakit sehubungan dengan pengakaman yang langsung dialaminya. Hal ini merupakan fenomena subjektif yang ditandai dengan perasaan tidak enak(feeling unwell)[2] . Akan tetapi ada suatu konsep dari suatu masyarakat yaitu bahwa sehat adalah orang yang dapat bekerja atau menjalankan pekerjaan sehari-harinya sedangkan dimana seseorang yang sudah tidak dapat bangkit dari tempat tidur, tidak dapat menjalankan pekerjaanya sehari-hari dinamakan sakit.

               Pelayanan kesehatan didirikan berdasarkan asumsi bahwa masyarakat membutuhkannya. Namun, kenyataannya masyarakat baru mencari pengobatan setelah benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. Hal inin pun bukan berarti mereka harus mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas modern seperti puskesmas dan rumah sakit akan tetapi juga ke fasilitas pengobatan tradisional seperti dukun[3].

               Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang -kadang bisa dicegah atau dihindari.



               Undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 memberikan batasan: kesehatan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan menurut WHO mengatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial, dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. Hal ini berarti kesehatan seseorang tidak hanya di ukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja tapi juga di ukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.

II.            Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:
·         Apa yang dimaksud dengan sikap dan perilaku ?
·         Apa yang dimaksud dengan kesehatan dan perilaku kesehatan ?
·         Apa yang dimaksaud dengan sakit dan penyakit ?
·         Faktor- faktor apakah yang mempengaruhi perilaku sakit?
·         Bagaimana persepsi masyarakat dalam suatu penyakit?
·         Hak-hak dan kewajiban orang sakit?


BAB II
Pembahasan

III.            Apa itu Sikap dan Perilaku

               Sebagaimana diketahui perilaku atau aktivitas yang ada pada individu atau organisme itu tidak timbul dengan sendirinya ,tetapi sebagai akibat dari stimulus yang akan diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus eksternal maupun internal. menurut (Wood worth dan Marquis,1957) perilaku atau aktivitas-aktivitas tersebut dalam pengertian yang luas yaitu Perilaku yang Nampak (overt behavior) dan atau perilaku yang tidak menampakkan (innert behavior),demikian pula aktivitas-aktivitas tersebut disamping aktivitas motorik juga termasuk aktivitas emosional dan kognitif.

               Apa yang telah dipaparkan diatas menujukkan bagaimana perilaku itu muncul sebagai akibat adanya interaksi anatara stimulus dan organisme sedangkan Bandura(1977) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi  bagimana peran perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organism yang bersangkutan. Formulasi bandura berwujud;
                           B
              
               E                      P

B = Behavior
E = Environment
P = Person atau nakan

               Maksudnya adalah Perilaku lingkungan dan individu itu sendiri saling berinteraksi satu dengan yang lain ini berarti,bahwa perilaku individu dapat berpengaruh pada lingkungan sedangkan lingkungan dapat mempengarui indvidu.[4]

               Lalu pengertian Sikap sendiri apa?,apakah sama dengan perilaku?.yakni sikap yang diekspresikas (expressed attutudes) merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh keadan sekitarnya,sedangkan expressed attitudes adalah merupakan perilaku .orang tdak dapat mengukur sikap orang secara langsung ,,maka yang diukur adalah sikap yang Nampak dan sikap yang Nampak adalah perilaku bias digambarkan seperti ini:





Other influences
 



Expressed attitudes
 



Attitudes

Behavior
 



Other influences

(mayers ,1983:38)

               Maksudnya yakni sikap itu merupakan organisasi pendapat ,keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relative ajeg yang disertai adanya perasaan tertentu dan memberika dasar kepada orang disertai adanya perasan tertentu dan respons atau berprilaku dalam cara yang tertentu yang dipilihnya.sikap dan perilaku ini saling berkaitan dengan maslah kesehatan.[5]

IV.            Apa Kesehatan dan Perilaku kesehatan

               Kesahatan adalah salah satu konsep yang sering digunakan tapi sukar untuk dijelaskan. Kesehatan dapat diartikan keadaan (status) sehat utuh,secara fisik , mental (rohani) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit ,cacat dan kelemahan[6].

               Sakit (illenes) dan penyakit (disease) meskipun sangat berkaitan ,namun mencerminkan suatu perbedaan yang fundamental dan konsepsional tentang periode sakit.menutrut Cassel;“ sakit adalah apa yang dirasakan pasien saat dia pergi kedokter sedangkan penyakit adalah apa yang didapatnya sepulang dari pergi kedokter”. (Helman,1990).jadi penyakit adalah sesuatu yang dimiliki suatu organ, sedangkan illness adalah sesuatu yang dimiliki seseorang.[7]

               Sedangkan perilaku kesehatan yakni tindakan secara langsung diamati dan jelas tetapi juga kejadian mental dan keadaan perasaan yang diteliti dan diukur secara tidak langsung.[8]

               Hubungan kesehatan dan perilaku menurut badan WHO(world healt organization)  berargumen bahwa tidak hanya penyakit atau lukayang harus diperhatikan ,tetapi juga secara lebih umum  yakni masalah status kesehatan dan keadaan kesehatan.[9]

               Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan sebagainya.Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being, merupakan resultante dari 4 faktor yaitu:

·         Environment atau lingkungan.
·         Behaviour atau perilaku,Antara yang pertama dan kedua d ihubungkan dengan ecological balance.
·         Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi,distribusi penduduk, dan sebagainya.
·         Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.
·         Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.
·         Perilaku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas sosial, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), bergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien.

V.            Apa itu sakit dan penyakit

               Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. Sedangkan arti penyakit/disease adalah suatu bentuk reaksi biologis terhadap suatu organisme,benda asing atau luka. [10]Hal ini adalah suatu fenomena yang objektif yang di tandai oleh perubahan fungsi-fungsi tubuh. Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya.


               Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia, sedangkan dari segi kemasya - rakatan keadaan sakit dianggap sebagai penyimpangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia, tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan.

VI.            Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Sakit      

v  Faktor Internal
o   Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami Klien akan segera mencari pertolongan jika gejala tersebut dapat mengganggu rutinitas kegiatan sehari-hari.

o   Asal atau Jenis penyakit Pada penyakit akut dimana gejala relatif singkat dan berat serta mungkin mengganggu fungsi pada seluruh dimensi yang ada, maka klien bisanya akan segera mencari pertolongan dan mematuhi program terapi yang diberikan.

v   Faktor eksternal
·         Gejala yang Dapat Dilihat Gajala yang terlihat dari suatu penyakit dapat mempengaruhi Citra Tubuh dan Perilaku Sakit.
·         Kelompok Sosial Kelompok sosial klien akan membantu mengenali ancaman penyakit, atau justru meyangkal potensi terjadinya suatu penyakit.
·         Latar Belakang Budaya Latar belakang budaya dan etika mengajarkan seseorang bagaimana menjadi sehat, mengenal penyakit, dan menjadi sakit.
·          Ekonomi Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akan lebih cepat tanggap terhadap gejala penyakit yang ia rasakan.
·         Kemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayanan Dekatnya jarak klien dengan RS, klinik atau tempat pelayanan medis lain sering mempengaruhi kecepatan mereka dalam memasuki sistem pelayanan kesehatan.
·         Dukungan Sosial Dukungan sosial disini meliputi beberapa institusi atau perkumpulan yang bersifat peningkatan kesehatan.







Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu :
ü  Karena pengaruh gejala alam (panas, dingin) terhadap tubuh manusia
ü  Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin.
ü  Supranatural (roh, guna-guna, setan dan lain-lain.).

VII.            Presepsi masyarakat dalam suatu Penyakit
                   Untuk mengobati sakit yang termasuk dalam golongan pertama dan ke dua, dapat digunakan obat -obatan, ramuanramuan,pijat, kerok, pantangan makan, dan bantuan tenaga kesehatan. Untuk penyebab sakit yang ke tiga harus dimintakan bantuan dukun, kyai dan lain-lain. Dengan demikian upaya penanggulangannya tergantung kepada kepercayaan mereka terhadap penyebab sakit.Beberapa contoh penyakit pada bayi dan anak sebagai berikut :
1. Sakit demam dan panas.

                      Penyebabnya adalah perubahan cuaca, kena hujan, salah makan, atau masuk angin. Pengobatannya adalah dengan cara mengompres dengan es, oyong, labu putih yang dingin atau beli obat influensa. Di Indramayu dikatakan penyakit adem meskipun gejalanya panas tinggi, supaya panasnya turun.Penyakit tampek (campak) disebut juga sakit adem karena gejalanya badan panas.

2. Sakit mencret (diare).

                      Penyebabnya adalah salah makan, makan kacang terlalu banyak, makan makanan pedas, makan udang, ikan, anak meningkat kepandaiannya, susu ibu basi, encer, dan lain -lain.Penanggulangannya dengan obat tradisional misalkan dengan pucuk daun jambu dikunyah ibunya lalu diberikan kepada anaknya (Bima Nusa Tenggara Barat) obat lainnya adalah Larutan Gula Garam (LGG), Oralit, pil Ciba dan lain -lain.Larutan Gula Garam sudah dikenal hanya proporsi campurannya tidak tepat.

3. Sakit kejang-kejang

                      Masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa sakit panas dan kejang-kejang disebabkan oleh hantu. Di Sukabumi disebut hantu gegep, sedangkan di Sumatra Barat disebabkan hantu jahat. Di Indramayu pengobatannya adalah dengan dengan pergi ke dukun atau memasukkan bayi ke bawah tempat tidur yang ditutupi jaring.


4.Sakit tampek (campak)

                      Penyebabnya adalah karena anak terkena panas dalam,anak dimandikan saat panas terik, atau kesambet. DiIndramayu ibu-ibu mengobatinya dengan membalur anak dengan asam kawak, meminumkan madu dan jeruk nipis atau memberikan daun suwuk, yang menurut kepercayaan dapat mengisap penyakit.

                      Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. Persepsi kejadian penyakit yang berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada dimasyarakat; dapat turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan bahkan dapat berkembang luas. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas perlu ditunjang dengan adanya penelitian-penetian social budaya masyarakat, persepsi dan perilaku masyarakat tersebut terhadap sehat sakit. Bila diperoleh data bahwa masyarakat masih mempunyai persepsi sehat-sakit yang berbeda dengan kita maka kita dapat melakukan pembetulan konsep sehat sakit itu melalui pendidikan kesehatan masyarakat. Dengan demikian pelayanan yang kita berikan akan diterima oleh masyarakat.

VIII.            Hak dan Kewajiban orang sakit

                      Hak orang sakit yang pertama adalah bebas dari segala tanggung jawab sosial yang normal. Artinya, orang yang sedang sakit mempunyai hak untuk tidak melakukan pekerjaan sehari-hari yang biasa dia lakukan. Hal ini boleh dituntut, namun tidak mutlak. Maksudnya, tergantung dari tingkat keparahan atau tingkat persepsi dari penyakit tersebut[11]. Tuntutan yang kedua adlah kepada organisasi kerja dan yang ketiga adla tuntutan hak sakit kepada organisasi-organisasi masyarakat di mana si sakit menduduki posisi dan menjalankan peran. Kedua tuntutan ini boleh langsung maupun melalui lembaga keluarga dan bahkan melalui lembaga pelayanan kesehatan seperti surat cuti dokter dan sebagainya.

                     







Di samping haknya dapat dituntut, orang yang sedang sakit juga mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi. Pertama orang yang sakit mempunyai kewajiban untuk sembuh dari penyakitnya. Dalam hal ini si sakit dapat menjalankan kewajibanya mencari penyembuhan sendiri atau minta bantuan orang lain. Apabila prinsip ini diterapkan di dalam masyarakat maka kewajiban tersebut ada pada masyarakat maka kewajiban tersebut ada pada masyarakat. Para petugas kesehatan dalam usahanya ikut melibatkan masyarakat di dalam pelayanan kesehatan masyarakat, sebenarnya hanya sekedar membantu masyarakat tersebut dalam rangka menjalankan kewajibannya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka.


BAB III
PENUTUP

IX.            Kesimpulan  dan Saran
               Sedangkan arti penyakit/disease adalah suatu bentuk reaksi biologis terhadap suatu organisme,benda asing atau luka. Hal ini adalah suatu fenomena yang objektif yang di tandai oleh perubahan fungsi-fungsi tubuh. Sedangkan sakit/illnes adalah penilaian seseorang terhadap penyakit sehubungan dengan pengakaman yang langsung dialaminya. Hal ini merupakan fenomena subjektif yang ditandai dengan perasaan tidak enak.

               Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. Persepsi kejadian penyakit yang berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada dimasyarakat; dapat turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan bahkan dapat berkembang luas.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Sakit:

1.      Faktor Internal

·         Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami
·         Asal atau Jenis penyakit

2.      FaktorEksternal

a)      Gejala yang Dapat Dilihat Gajala yang terlihat dari suatu penyakit dapat mempengaruhi Citra Tubuh dan Perilaku Sakit.
b)      Kelompok Sosial
c)      Latar Belakang Budaya
d)     Ekonomi
e)      Kemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayanan
f)       Dukungan Sosial

               Hak orang sakit yang pertama adalah bebas dari segala tanggung jawab sosial yang normal. Artinya, orang yang sedang sakit mempunyai hak untuk tidak melakukan pekerjaan sehari-hari yang biasa dia lakukan. orang yang sedang sakit juga mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi. Pertama orang yang sakit mempunyai kewajiban untuk sembuh dari penyakitnya. Dalam hal ini si sakit dapat menjalankan kewajibanya mencari penyembuhan sendiri atau minta bantuan orang lain.



[1] Notoatmodjo,Soekidjo.2003.Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.hal:179.
[2] Ibid. hal:180.
[3]  Ibid .hal :181
[4]  Walgito .Prof Dr bimo.2009.Psikologi social.yogyakarta.CV.Andi offset.Hal:17
[5]  Walgito .Prof Dr bimo.2009.Psikologi social.yogyakarta.CV.Andi offset.Hal:125
[6] Smet,Bart.1994.psikologi kesehatan.jakarta.PT Grasindo.hal:7
[7]  Ibid .hal:8
[8]  Ibid .hal:10
[9] Ibid .hal: 20
[10]  Ibid.hal :179
[11] Notoatmodjo,Soekidjo.2003.Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.hal:190


Semoga artikel Sakit dan Penyakit bermanfaat bagi Anda. Jika kamu suka dengan artikel Sakit dan Penyakit ini, like dan bagikan ketemanmu.

Post a Comment

MemeCece - All Right Reserved.Powered By Blogger
Meme Cece, Template Edit by : Idho Zander